Lantai Basement Terkena Banjir? Ini 6 Cara Merawatnya agar Tidak Rusak
Lantai basement di berbagai tempat rawan terkena banjir. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena ada cara perawatan efektif yang dapat diterapkan setelahnya. Salah satunya adalah dengan menggunakan pengeras beton.
Tentu masih ada cara-cara lain yang layak untuk diperhatikan. Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahuinya.
Cara Merawat Lantai Basement setelah Banjir
Beberapa penyebab membuat lantai basement tergenang banjir. Misalnya adalah posisinya yang lebih rendah daripada permukaan lain dan memiliki sistem drainase buruk. Bila dibiarkan, hal ini akan merusak struktur beton.
Maka dari itu, Anda memerlukan cara efektif untuk merawatnya setelah terkena banjir, yaitu:
-
Evakuasi Air dan Lumpur
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mematikan aliran listrik terlebih dahulu untuk menghindari sengatannya. Dengan demikian, Anda bisa mengevakuasi air dan lumpur secara aman.
Setelah itu, gunakan pompa air celup untuk mengevakuasi air dalam jumlah besar ke saluran pembuangan. Jika sudah hampir kering, vacuum cleaner khusus dapat dipakai untuk menyedot sisa air dan lumpur.
Bila air banjir mambawa lumpur yang tebal, gunakan sekop untuk mengevakuasinya. Kumpulkan pada suatu wadah yang mudah dipindah untuk membuangnya ke tempat aman.
-
Pembersihan dan Disinfeksi
Bila air dan lumpur sudah dievakuasi, Anda bisa mulai proses pembersihan dan disinfeksi. Caranya dengan menyapu bekas lumpur menggunakan sapu lidi atau sikat keras.
Kemudian, gosok lantai beton menggunakan air panas dan cairan pembersih. Usahakan untuk menggunakan cairan khusus dengan pH netral agar tidak merusak lapisan beton itu sendiri.
Anda juga bisa melakukan proses disinfeksi dengan mencampur cairan khusus ke dalam air untuk membunuh jamur dan bakteri. Lakukan sesuai aturan pakai pada produk. Jangan lupa menggunakan alat pelindung diri selama semua proses berlangsung.
-
Membilas dan Mengeringkan
Setelah semuanya bersih, Anda bisa mulai membilasnya dengan air bersih. Tujuannya adalah untuk menghilangkan cairan pembersih maupun kotoran yang masih tertinggal pada permukaan.
Lalu, pastikan lantai basement mengering secara maksimal dalam 48 jam agar jamur tidak tumbuh. Caranya dengan membuka semua pintu, jendela, atau bukaan lain sejenisnya.
Anda juga bisa menggunakan alat pengering untuk membantu proses ini. Misalnya adalah kipas angin dan dehumidifier.
-
Penanganan Efloresensi
Salah satu masalah yang sering terjadi pada permukaan beton setelah banjir adalah efloresensi. Kondisi ini terlihat dari munculnya endapan garam putih di atas permukaan beton yang mengering.
Jika menemukannya, Anda bisa menyikat noda endapan tersebut dengan sikat kaku dan air. Pembersih beton khusus dapat digunakan bila noda membandel. Setelah itu, bilaslah hingga bersih.

-
Perbaikan
Perbaikan dapat dilakukan jika ada keretakan maupun kerusakan lainnya pada lantai beton. Dengan demikian, kondisi tersebut tidak bertambah parah sehingga mempengaruhi struktur secara keseluruhan.
Salah satu bahan yang bisa digunakan dalam proses ini adalah SikaTop®-122. Mortar perbaikan struktur beton ini memiliki kelekatan, kekuatan mekanik dan tekan, serta ketahanan terhadap air maupun oli yang baik.
Selain itu, mortar tersebut juga mampu meningkatkan ketahanan terhadap karbonasi, klorida, air garam, abrasi, benturan, dan keausan. Serat sintetis juga dikandung olehnya untuk memperkuat beton.
Jika kerusakan sudah parah, Anda bisa mempertimbangkan untuk merenovasi dan membangun ulang lantai beton. Jangan lupa untuk menggunakan pengeras beton Sika® Chapdur® yang tahan terhadap abrasi, impact, dan oli.
Di sisi lain, bahan ini juga mampu mengurangi debu permukaan dan menghasilkan finishing seragam bila dihaluskan secara benar. Menariknya, ini bisa diaplikasikan dengan mudah serta dikombinasikan dengan Sikafloor®-933 Densifier.
Lalu, ada Sika® Antisol® E-125 yang cocok untuk permukaan dengan lalu lintas berat karena dapat meminimalkan penyusutan, keretakan plastik tidak sengaja, dan debu. Bahan ini juga tidak mudah terbakar dan mampu menghemat tenaga kerja.
Beton juga bisa dilapisi dengan Sikagard®-62. Pengeras beton berbahan dasar resin epoxy ini bebas pelarut, high build, dan tahan terhadap cairan. Ketahanannya terhadap mekanis dan bahan kimia pun cukup baik.
Bahan ini dapat digunakan untuk kontak dengan air minum sesuai persyaratan serta regulasi yang berlaku. Tidak perlu khawatir karena ini bisa dicampur dan diaplikasikan dengan mudah.
-
Pencegahan Jangka Panjang
Sejumlah langkah lainnya bisa dilakukan untuk mencegah lantai basement tergenang kembali dalam jangka panjang. Salah satunya adalah memperbaiki sistem drainase agar kemiringan tanah mengarah keluar.
Lalu, Anda juga perlu memperhatikan pipa pembuangan air bekerja dengan baik dan mengalirkan genangan jauh dari fondasi. Pasang juga pompa air cadangan dengan baterai bila listrik mati saat banjir.
Terakhir, Anda dapat melapisi permukaan beton dengan waterproofing. Tujuannya untuk menahan genangan air agar tidak meresap dan merusak struktur beton.
Merawat Lantai Basement bersama Sika
Jadi, ada berbagai langkah yang bisa dilakukan untuk merawat hingga memperbaiki lantai basement setelah mengalami banjir. Dengan demikian, lantai tetap terjaga. Salah satunya adalah dengan menggunakan pengeras beton dari Sika.
Sika sendiri sudah berpengalaman selama 115 tahun dalam menangani aneka proyek nasional maupun global. Misalnya adalah Car Park di Gedung BUMN Center, Jakarta. Itulah mengapa kualitasnya sudah terbukti.
Tidak hanya itu, Sika juga menjadi pencetus semen waterproofing pertama di Indonesia. Semen tersebut cocok untuk digunakan dalam berbagai proyek Anda.
Bersama pengeras beton dari Sika, lantai basement menjadi lebih terawat sehingga tidak mudah rusak setelah terkena banjir. Dengan demikian, umurnya pun lebih awet. Informasi selengkapnya dapat diperoleh dengan Hubungi Tim Sika.

